Translate

Rabu, 22 Januari 2014

A True Love Story Never Ends Part 1

A True
Love Story
Never Ends
Love Story terdengar di sekeliling rumah. Dimulai dari mezzo piano sampai forte, dan kembali ke mezzo piano.   Love Story mengalun dengan lembut, penuh dengan perasaan, setiap orang yang mendengarnya pasti bisa merasakan cinta dan kasih sayang yang tersalur di alunan lagu yang dimainkan. Rumah mewah di pinggir pantai, dengan gaya minimalis. Rumah berwarna putih bersih dicampur beberapa warna baby blue dan soft yellow terlihat nyaman dilihat mata. Rumah tersebut di dominasi oleh kaca putih bening, sehingga siapapun yang berada di dalam rumah tersebut bisa melihat dengan jelas pantai yang biru, sunrise di pagi hari, dan sunset di malam hari. Sebelum sampai ke pintu utama, terdapat halaman berukuran sedang yang ditumbuhi oleh bunga matahari dan lily. Daun anggur dan lavender yang menjalar terlihat indah menutupi pagar penyangga di beranda rumah.
     Saat masuk ke dalam rumah, yang pertama ditemukan adalah dua sofa reclining putih panjang, di antara ke dua sofa tersebut terdapat meja kaca yang di atas-nya terdapat banyak cookies manis, dan terlihat sebuah perapian yang menempel di dinding. Masuk lebih ke dalam lagi akan kembali ditemukan satu buah sofa reclining putih panjang yang menghadap ke sebuah televisi putih berukuran 72 inch yang dilengkapi dengan home theater. Setelah ruang televisi, akan ditemukan satu buah baby grand piano putih, yang di depannya terdapat jam bandul besar yang juga berwarna putih. Setelah itu, akan ditemukan meja makan kaca dan juga dapur yang bersih.
Saat naik ke atas, akan ditemukan satu pintu yang terdapat satu buah kamar. Lantai atas memang khusus satu kamar tersebut. Kamar yang memiliki spring bed king size dengan warna putih dipadukan dengan warna merah. Terdapat juga perapian kecil tak jauh dari tempat tidur. Disamping tempat tidur terdapat dua buah sofa menghadap ke laut dan tak jauh dari sofa tersebut terdapat lemari besar dan tinggi penuh dengan buku yang berada di pojok kamar. Tak jauh dari tempat tidur, terdapat pintu menuju ke kamar mandi yang di memiliki bath tub besar berwarna putih, dan juga shower, serta wastafel dengan warna yang senada.
Rumah tersebut ditempati oleh pasangan muda yang bahagia.
Choi Si Won, seorang pria tampan, memiliki perawakan tinggi tengap, dengan badan yang telah terbentuk dengan sempurna. Seorang bisnisman terkenal yang sudah masuk ke dalam rangking 10 terkaya di Korea. Seorang pria yang cinta Tuhan, setia, dan perhatian.

Kamis, 28 November 2013

My Dazzling Chapter 8


Chapter 8
OMO

Setelah 30 menit kamu mulai menyajikan soup dan semua orang mulai sarapan. Semua orang makan dan berbincang. Kamu mengecek Hpmu dan melihat apa kamu memiliki jadwal. Ternyata tidak ada. Kamu menyimpan hp mu dan mulai makan lagi.
“sunbae, apa kalian unya jadwal hari ini?” tanyamu pada mereka.
“no, nothing but practice.” Kata dongwoon sambil melihat ke hp nya.
Member beast bermain PS3. Kamu masuk kedalam dapur dan melihat bahwa masih banyak dumpling mandu yang tersisa. Kamu memasukkan lebihannya kedalam panci kecil.
“sunbae, ada yang keberatan mengantar saya ke dorm 4minute?” tanyamu.
“okay. Saya antar.” Kata gikwang berdiri. Gikwang menutup pintu dibelakangmu dan mengambil panci kecil tadi dari tangamu.
“sunbae its alright.” Katamu sambil mengambilnya kembali.
“a gentleman never lets a lady carry heavy things” katanya tersenyum.
Kalian mencapai dorm 4minute setelah melewati 2 lantai. Kamu dengan grogi mengetuk pintu. Hyuna membuka pintu dan tersenyum ketika melihatmu.
“na mi ah, apa para oppa memperlakukanmu dengan baik?” tanyanya.
“yeah. Ah oenni, saya membuat mandu dan masih banyak yang tersisa jadi saya putuskan untuk memberikannya pada kalian.” Katamu sambil gikwang menyerahkan panci.
“really? Gomawo.” Katanya tersenyum.
“its ok.” Katamu tersenyum balik. Kamu dan gikwang berjalan kembali ke dorm beast sambil tertawa dan berbincang.
-During Practice-
Selama latihan Hp mu berbunyi. Kamu langsung mengambilnya dari tasmu. Kamu mengecek ID penelpon. Dan ternyata itu adalah managermu. Kamu membukanya.
“yoboseyo?” katamu.
“na mi ah, kamu punya jadwal syuting minggu depan mulai hari senin jam 6pagi dan akan selesai kemungkinan sampai 6 minggu kedepan.” Katanya.
“okay, akan saya tuliskan jadwalnya.” Katamu menulis ditanganmu.
“okay dihari senin akan ada mobil yang akan menjemputmu dari dorm beast.” Katanya.
“alright.” Katamu.
“okay bye.” Katanya menutup telepon.
“ada apa?” tanya gikwang padamu.
“saya akan mulai syuting minggu depan dan akan selesai kemungkinan 6 minggu.” Katamu.
“omo, itu berarti kamu akan punya waktu sedikit untuk bersama kamu?” kata yoseob dengan wajah sedih.

“sayangnya ya. Tapi tenang saya saya akan smsm kalian ataupun menelpon kalian selama syuting.” Katamu.

My Dazzling Chapter 7


Chapter 7
Refreshed

Dipagi hari  kamu bangun dengan cerah dan awal dan menyadari  kamu berada dalam kamarmu. Kamu mengucek matamu dan melihat kesekeliling. Saya tidak ingat saya tidur dikamar saya, pikirmu. Kamu melihat kearah alarm. Masih jam 7.30 pagi. Kamu bermalas malasan ditempat tidurmu selama 20 menit kemudian bangun dan menuju kamar mandi sambil membawa perlengkapan mandi. Kamu menggosok gigimu ketika yoseob membuka pintunya setengah terbuka.
“good morning na mi ah.” Katanya samping berjalan kesampingmu
“good morning sunbae. Did you sleep well?” tanyamu.
Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil menggosok gigi. Kamu mengambil tissue basah dan mulai mengelap mukamu. Yoseob melihatmu. Kamu menawarinya. Dia tersenyum dan mengambil satu dan mengikuti apa yang kamu lakukan. Kamu mulai melembabkan mukamu dan dia mengikutimu.
“how do i look?” tanya yoseob lucu.
“refresehd” katamu sambil mencubit pipinya.
Kamu berjalan kearah dapur dan mulai membuat sarapan. Kamu mulai membuat mandu. Yoseob menuangkan air kedalam panci dan mulai mendidihkannya. Dia kemudian berjalan kearahmu dan mulai membuat mie. Kamu selesai dengan mandu. Kamu berjalan menuju lemari es dan mengambil daging yang kamu beli kemarin dan mencucinya. Gikwang berjalan masuk.
“Good Morning na mi dan yoseob.” Katanya berjalan masuk dengan kacau dan bingung.
“Good Morning” kata  na mi dan yoseob bersamaan.
“apa yang kalian sedang lakukan?”  tanya gikwang sambil mengintip dari balik pundakmu.
“dumpling noddles.” Kata yoseob sambil memotong mie.
“butuh bantuan?” tawar gikwang.
“kamu mending bantuin na mi membersihkan daging. Tangannya itu berharga. Kita ga seharusnya membuat dia memegang itu.” Katanya sambil menunjuk padamu.
“aniya.. gweanchanayo. Saya bisa melakukannya kk.” Katamu. Kamu grogi dan berakibat jari tanganmu teriris sedikit oleh tulang yang tajam.
“na mi ah, cuci tanganmu!” kata gikwang khawatir. Kamu mencuci tanganmu dan dia mengobati tanganmu dengan alkohol. Kamu mengerling. Dia memasang hansaplas dijarimu.
“kamsahamnida sunbae.” Katamu. Dia tersenyum dan mengacak ngacak rambutmu. Dia tersenyum dan mulai mengambil alih daging.
“na mi ah are you okay?” tanya yoseob.
“yeah. Ini Cuma luka kecil ko.” Katamu.
Gikwang memasukkan daging kedalam panci dan dia mulai memotong sayuran dan memasukannya juga kedalam panci. Kamu mulai memasukkan bumbu bumbu sementara yoseob memasukkan mie.
“good morning.” Kata hyunseung masuk kedalam dapur.
“morning.” Kata gikwang dan yoseob bersamaan.
“kalian bikin apa?” tanya hyunseung.
“dumpling soup.” Jawabmu.
“really?” tanyanya kaget.
Dia berjalan mendekat dan membuka panci.
“baunya enak.” Katanya sambil mencium aroma masakan yang dibuat yoseob, gikwang dan kamu.

“coba sedikit oppa.” Katamu sambil memegang sendok berisi soup dan mendekatkannya kemulut hyunseung. Hyunseung mencicipinya. Dia tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya.

My Dazzling Chapter 6


Chapter 6
Begitu Natural

malam itu ketika semua orang tertidur kamu keluar keruang keluarga dan menonton TV. Gikwang berjalan keluar ruangan, kacau dan bingung.
“sunbae, apa saya membangunkanmu?” tanyamu sambil mengecilkan suara TV.
“aniya. Its fine. Saya Cuma ga bias tidur.” Katanya sambil duduk disamping kamu.
“what about you?” tanyanya.
“saya juga ga bias tidur.” Katamu.
“apa karena junhyung hyung yang mendengkur seperti binatang buas?” tanyanya membuatmu tertawa.
“bukan. Saya akan buat sesuatu.” Katamu berdiri dan berjalan menuju dapur.
You took out a small pot and put milk in it and started to boil it. Setelah 5 menit kamu kembali keruang keluarga dengan membawa susu hangat dan menyerahkannya pada gikwang.
“apa ini?” tanyanya sambil mengambil cangkir.
“susu hangat. Saya denger sih bias bikin orang mengantuk.” Katamu sambil duduk.
Kamu dan gikwang mulai tertawa dan lebih mengenal satu sama lain. Kalian tertawa dan mulai mengambil selca menggunakan hp gikwang.
“so tell me about your family.” Katanya.
Kamu membenci pernyataan itu. Dia tau pernyataanny6a membuatmu tak nyaman.
“oh sorry.” Katanya.
“no, its alright. I’ll tell you.” Katamu.
“really? Saya ga mau ada ketidaknyamanan. Member yang lain akan membunuhku.” Katanya menggunakan tangannya untuk membela diri.
“you’ll find out soon anyways.” Katamu.
“well keluarga saya punya cabang hotel dimana mana. Saya jadi penerus itu semua ketika kelak saya dewasa. Tapi ketika saya 14 tahun saya melihat orang tua saya dibunuh oleh perampok. Perampok itu tertangkap tapi orang tua saya meninggal.” Katamu ada setitik air mata dimatamu.
“hey hey its alright.” Kata gikwang menghapus air matamu dengan ibu jarinya.
saya seharusnya mengurusi hotel dll tapi saya biarkan sepupu saya yang mengambil alih. While i inherit the wealth my parents left me.” Katamu.
“im sorry.” Kata gikwang sambil memelukmu.
“sunbae, kamu dan member beast membuatku bahagia. Saya ga pernah merasa seperti ini sebelumnya. Senyumanku disini begitu natural. Dulu saya tersenyum secara terpaksa.”katamu.
“dont worry. Saya akan selalu disini untukmu kalau kamu butuh teman bicara.” Katanya.

Dia melihat kearahmu dan menyadari bahwa kau sudah tertidur lelap. Dia mengangkatmu masuk kedalam ruangamu ala bridal dan menutupmu dengan selimut kemudian dia kembali kekamarnya dan tidur.

Kamis, 21 November 2013

My Dazzling Chapter 5



Chapter 5
YAA!! HYUNA!!

Setelah makan malam semua orang membantu membereskan tempat makan. Doojon berjalan menuju ruang keluarga dan menyadari PS3.
“omaigad” teriaknya.
Semua orang berlari menuju ruang keluarga untuk melihat apa yang terjadi.
“kita punya PS3!” doojoon dan dongwoon mulai loncat kesana kemari. Kemudian semua member beast mulai mengikuti mereka berdua kegirangan.
“kalian suka?” tanyamu pada mereka.
“na mi ah, kamu membeli ini untuk kita?” Tanya gikwang.
“yeah, kan sunbaekan selalu ngeluh kalau ga ada yang bias dilakuin.” Katamu.
Mereka berlari kearahmu dan memelukmu.
“sunbae, cant. Breathe. Too tight.” Katamu.
 Mereka akhirnya melepaskan pelukan mereka. Ada ketukan di pintu. Hyunseung berlari dan membukakan pintu. Hyuna masuk.
“YA!! Kenapa kalian berisik banget si? Saya bias denger suara kalian dari atas tau.” Teriaknya. Dia melihat sekeliling dan menyadari kamu.
“oh annyeonghaseyo.” Katamu ditengah tengah kekagetanmu. Mata hyuna membulat.
Dia berlari kearahmu dan mulai mencubit pipimu.
“omo, dimana kalian menemukan dia? She is so cute.” Pekik hyuna.
“omo, her precious cheeks” kata gikwang menarikmu menjauh dari hyuna.
“apa dia adik dari salah satu diantara kalian?” Tanya hyuna.
Semua member beast menggelengkan kepala mereka.
“dia trainee. Dorm sebelah lagi diberesin jadi dia harus tinggal bersama kita untuk sementara waktu.” Kata dongwoon memberitahu hyuna.
“park na mi imnida.” Katamu membungkuk.
“hyuna.” Hyuna juga membungkuk.
Hyuna menarikmu untuk menjauhdari beast sementara.
“kalau oppa oppa ini melakukan hal yang jahat kepadamu, bilang unni dan unni akan lari kebawah untuk memarahin mereka untukmu.” Katanya.
“Yaa, hyuna jangan ajari hal bodoh padanya.” Teriak junhyung.
“yaa! Shoosh!” katanya. “ingat kata kata unni ok.” Katanya keluar.